Cara Mencegah Dan Mengatasi Sembelit Pada Bayi

bayi-sembelit Sembelit kerap terjadi tidak hanya pada anak-anak, bayipun bisa mengalaminya. Jika bayi sembelit pada satu minggu pertama kelahiran, harus dicurigai apakah ada kelainan anatomi bawaan sejak lahir atau tidak. Hal yang sering terjadi adalah tidak ditemukannya saraf pada sebagian segmen usus (Hirschprung). Dengan tidak adanya sistem saraf tersebut mengakibatkan gerakan usus terganggu sehingga tinja akan tertahan disitu.Bayi bisa dikatakan sembelit apabila ketika BAB sakit dan kotoran keras, bayi juga tidak BAB selama berhari-hari.

Bila keadaan ini berlangsung lama, kuman-kuman diusus besar jadi menumpuk dan berlebihan, selanjutnya akan terjadi infeksi usus (enterokolistis), jika didiamkan akan menjadi infeksi berat (sepsis) yang dapat menyebabkan kematian pada bayi. Bisa juga lama-lama karena pembusukan kotoran, akan mengeluarkan kotoran berupa cairan. Cairan ini akan merembes keluar tanpa bisa ditahan oleh anus karena tidak ada persarafan tadi. Mungkin orang tua tidak menyadari adanya kelainan ini, dianggapnya bayi mengalami mencret atau diare biasa.

Cara mengetahui perbedaanya dengan diare yang normal, bisa diperhatikan dari baunya yang busuk, perut bayi membuncit, ditambah lagi dengan riwayat BAB yang tidak pernah normal. Sedangkan pada diare yang normal biasanya sebelumnya tidak ada riwayat BAB yang bermasalah. Jadi tiba-tiba terkena infeksi kemudian mencret. Untuk memastikan adanya kelainan atau tidak bisa dilakukan dengan pemeriksaan barium enema lewat anus.

Apa yang dapat dilakukan jika sudah terjadi sembelit?

  1. Tekuk kedua pahanya ke arah perut bagi bayi. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan di dalam perut, sehingga menyebabkan kotoran / feses terdorong keluar.
  2. Lakukan pijatan untuk merangsang keinginan BAB pada bayi.Caranya, pijat bagian bawah pusar dengan lembut dan konstan selama kurang lebih tiga menit.
  3. Bagi anak yang sudah lebih besar, beri ia buah ataupun jus buah yang banyak mengandung serat.
  4. Bergegas pergi ke dokter jika Anda sudah mencoba segala macam cara namun tidak berhasil.

Apa yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya sembelit pada anak?

  • Berikan ASI ekslusif selama enam bulan pada bayi. Jika Anda terpaksa memberikan susu formula pada bayi Anda, konsultasikan dahulu pada dokter – bagimana memilih susu formula yang tepat.
  • Berikan makanan yang banyak mengandung serat sebagai makanan pendamping ASI atau makanan untuk anak yang lebih besar. Contoh: sereal, biji-bijian, sayur dan buah-buahan.
  • Berikan cukup cairan (air putih. Dapat juga berupa jus, susu, atau kuah) minimal dua hingga tiga gelas sehari.

Sumber : duniabunda

Advertisements
%d bloggers like this: