Leave a comment

Memaksa Anak Makan Bisa Jadi Masalah

artikel-28-9-13 Makan adalah aktivitas si kecil yang menyenangkan tetapi bisa juga menyedihkan. Bila si kecil mau menyantap makanan yang Bunda berikan tentunya hati Bunda senang sekali. Tetapi sebaliknya bila si kecil menolak Bunda akan merasa sedih.
Bagaimana tidak, sebagai orangtua Bunda pasti takut buah hati Bunda kekurangan gizi bila ia bermasalah dengan makan. Tidak jarang para Bunda tanpa sadar seringkali ‘memaksa’ anaknya untuk makan. Apakah Bunda juga menggunakan gaya seperti ini?

Bila Bunda sering ‘memaksa’ si kecil untuk makan meskipun ia sudah memberikan tanda-tanda menolak, berarti Bunda memiliki gaya menyuapi Mengontrol. Memaksa anak untuk makan atau force feeding justru malah akan membuat si anak bermasalah dengan makan. Ia akan menganggap bahwa makan adalah suatu aktivitas yang menyebalkan dan sudah pasti ia akan menolak makanan yang Bunda berikan.

Lalu bagaimana solusinya bila si kecil tidak mau makan? Bagaimana dengan kecukupan gizinya?

Solusi yang pertama adalah mencari penyebabnya mengapa si kecil tidak mau makan. Bisa jadi karena menunya yang kurang bervariasi sehingga ia merasa bosan dengan rasa yang itu-itu saja. Atau bisa juga karena suasana makan yang tidak menyenangkan misalnya Bunda memberikan makan dengan terburu-buru. Berikut upaya yang bisa Bunda lakukan:

  1. Kenali tanda lapar si kecil. Bila ia kelihatan lapar meskipun di luar jam makannya segeralah siapkan makan. Bunda tak perlu mematok jam makan yang terlalu kaku.
  2. Lupakan target porsi makan anak. Jangan menargetkan berapa banyak si kecil harus makan. Bila ia sudah terlihat kenyang dan menolak makanannya, segeralah angkut makanan ke belakang.
  3. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Misalnya makan sambil diiringi nyanyian Bunda. Atau bisa juga Bunda menari-nari di depannya sehingga ia merasa sangat senang. Tetapi bila ia sudah memperlihatkan tanda kenyang, jangan menggunakan trik ini.
  4. Berikan penjelasan mengapa ia perlu makan. Bila perlu buatlah suatu cerita dengan gambar, apa yang terjadi bila ia tidak makan. Tetapi hati-hati, Bun! Jangan sampai cerita yang Bunda buat menakuti dirinya.
  5. Bila ia sudah bisa membantu Bunda. Ajaklah si kecil membuat makanannya. Misalnya membuat kue cereal. Biarkan ia membantu Bunda membentuk kue. Dengan begitu ia akan semangat menyantap makanan yang dibuatnya sendiri.

Tetapi memang meski Bunda sudah mencoba berbagai cara, adakalanya si kecil tetap menolak untuk makan. Namun, Bunda tidak dapat mengabaikan kebutuhan nutrisinya. Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan adalah dengan memberikan suplemen nutrisi tambahan untuk mendukung kecukupan nutrisinya, seperti Pediasure. Pediasure adalah minuman serbuk yang mendukung nutrisi untuk tumbuh kembang anak bermasalah makan, usia 1-10 tahun. Pediasure dilengkapi dengan Mikro Nutrisi dan Makro Nutrisi untuk pertumbuhan anak, Prebiotik dan Probiotik untuk membantu mempertahankan fungsi pencernaan, Asam Linolenat dan Asam Linoleat sebagai asam lemak esensial, dan Kolin sebagai bahan pembentuk fosfatidilkolin yang merupakan bagian penting dari membran sel. Untuk rasa Pediasure menyediakan tiga pilihan: Vanilla, Madu dan Cokelat.

Sumber : Info Bunda

Advertisements

Komentar tentang Artikel ini :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: