Leave a comment

Keputihan Saat Hamil

Keputihan Saat HamilSaat Bunda menemukan cairan menyerupai lendir bening yang tidak berbau pada celana dalam, kemungkinan Bunda mengalami keputihan. Hampir semua wanita hamil mengalami keputihan dan umumnya kondisi ini normal terjadi. Selama kehamilan, leher rahim atau serviks lebih lunak daripada biasanya, sehingga meningkatkan produksi lendir dari vagina untuk membantu mencegah infeksi merambat ke dalam rahim.

Keputihan yang normal, dan bukan karena infeksi, tidak dapat dihentikan. Untuk mengatasinya dan mengurangi ketidaknyamanan akibat keluarnya lendir, Bunda dapat menggunakan pembalut sehari-hari (panty liner) dan tidak menggunakan tampon.

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah keputihan?

• Jagalah kebersihan area kewanitaan. Ingatlah untuk membasuh area vagina searah dari depan ke belakang (arah anus) agar kuman-kuman di anus tidak terbawa dan masuk ke dalam vagina.
• Gunakanlah pakaian dalam yang nyaman dari bahan katun dan hindari penggunaan celana yang ketat serta celana berbahan nilon, karena dikuatirkan tidak dapat menyerap keringat.
• Hindari penggunaan sabun pada area kewanitaan tersebut.
• Ibu tidak dianjurkan menggunakan pembalut dengan pewangi serta spray atau cairan untuk membersihkan area kewanitaan.
• Sabun yang digunakan pada area kewanitaan hingga masuk ke dalam vagina dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada area vagina, sehingga meningkatkan risiko infeksi pada vagina.
• Jangan terlalu sering membasuh atau mengeringkan area kewanitaan dengan tisu karena mungkin dapat mengakibatkan iritasi.

Kapan Bunda harus menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut? Keputihan yang tergolong normal harus berwarna bening dan tidak berbau. Bila Bunda menemukan lendir dengan warna tertentu seperti kekuningan atau hijau atau putih susu dengan bau atau disertai gatal, nyeri saat kencing, atau terasa panas pada daerah sekitar vagina, hal ini merupakan salah satu tanda infeksi vagina. Segeralah menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sebaiknya Bunda juga tidak mengobati keputihan dengan obat-obatan tanpa konsultasi dokter.

Advertisements

Komentar tentang Artikel ini :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: