Leave a comment

Kapan Ibu Hamil Aman Naik Pesawat?

images_1Bepergian menggunakan pesawat aman untuk ibu hamil. Tidak ada risiko radiasi. Mesin X ray hanya medeteksi benda dari logam dan sangat aman jika berjalan melewati mesin itu. Begitu pula jika berjalan di kabin pesawat yang kabarnya banyak tekanan udara.

Trimester pertama kehamilan adalah waktu tepat bepergian dengan pesawat. Namun harus tetap waspada terhadap morning sick dan kelelahan. Bunda mungkin merasa sehat saat berada di bandara. Tapi pada sewaktu lepas landas, Bunda akan merasa sedikit tidak nyaman. Tanyakan kepada dokter atau bidan bagaimana cara mengatasi mual. Tanyakan juga apakah aman mengonsumsi obat anti mabuk.

Salah satu risiko perjalanan melalui udara adalah DVT (deep venous thrombosis) atau pembekuan darah. Ini adalah risiko semua orang saat melakukan perjalanan panjang dengan pesawat. Ibu hamil punya risiko dua kali lebih besar mengalami pembekuan darah.

Untuk mengatasi ikuti beberapa tip di bawah ini :

  1. Pesan tempat duduk di lorong. Di tempat ini Bunda punya akses yang mudah pergi ke toilet sebagai antisipasi jika merasa mual.
  2. Cegah mabuk udara. Jika Bunda masih sering merasakan morning sick selama kehamilan, perjalanan udara tidak direkomendasikan.Tanyakan kepada dokter atau bidan dan mintalah obat anti mual.
  3. Gunakan stoking. Beberapa dokter atau bidan merekomendasikan ibu hamil menggunakan stocking atau legging untuk meningkatkan peredaran darah. Legging dan stoking juga berguna untuk mencegah pembekuan darah yang dimulai dari kaki.
  4. Jalan-jalan. Hindari duduk dalam waktu lama di dalam pesawat. Hamil berarti Bunda punya risiko besar mengalami pembekuan darah di bagian kaki dan bisa menjalar sampai paru-paru. Regangkan otot secara berkala selama duduk dan berjalanlah ke lorong setiap satu jam sekali jika Bunda dalam perjalanan panjang.
  5. Minum air putih. Jangan sampai Bunda merasa dehidrasi. Kekurangan cairan bisa menyebabkan pembekuan darah. Bawalah selalu air minum kemanapun Bunda pergi dan minumlah sesering mungkin saat berada di pesawat.
  6. Jangan mengonsumsi makanan mengandung gas. Tidak disarankan menyantap makanan atau minuman yang mengandung gas (kol, brokoli, atau minuman bersoda) selama melakukan perrjalanan udara. Gas yang terperangkap dalam tubuh akan mendapat tekanan udara sehingga menyebabkan sakit perut dan mual.

Sumber : Parents Indonesia

Advertisements

Komentar tentang Artikel ini :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: